Dalam era digital dan teknologi yang terus berkembang pesat dan semakin tak terkendali, tantangan dalam pekerjaan yang terus menuntut dengan perkembanga teknologi menjadi semakin kompleks. Menyikapi hal tersebut, STMIK Bina Patria bersama Polres Temanggung menyelenggarakan kegiatan forum belajar bersama yang bertema “kawan atau lawan? mengenali deepfake atau kejahatan baru”. kegiatan tersebut digelar di Aula Polres Temanggung, Kamis (12/02/2026). Kegiatan bertujuan meningkatkan kapasitas personel dalam merespon dinamika arus perkembangan teknologi modern khususnya bidang Artificial Intelligence (AI) dan kejahatan baru yang memanfaatkan teknologi informasi.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari STMIK BIPA, yaitu Dosen Program Studi Manajemen Informatika, Alfian Chandra Yudiananta, M.Kom, Kepala Bagian Humas dan Kerjasama, Kanafi, M.Kom serta tim PMB, Eka Kurniasari Prihananda,S.Pd dan Jessica Cinta Pradan , S.Pd. Keduanya memberikan materi yang relevan dengan kebutuhan institusi kepolisian dalam menghadapi penyebaran informasi, membangun citra kelembagaan, serta memperkuat dan mempercepat proses pelayanan kepada masyarakat yang inovatif, adaptif dan profesional.
Peserta pelatihan diikuti oleh kurang lebih 60 peserta. Peserta terdiri dari jajaran perwira dan kepala satuan Polres, Perwakilan Kapolsek di kecamatan wilayah Temanggung , serta Kapolres Temanggung yang diwakilkan oleh Kepala bagian SDM Polres Temanggung.
Dalam sambutannya, Kapolres Temanggung, yang disampaikan Kabag SDM Kompol Setya Budi Waspada, S.H., M.H menyampaikan apresiasi dan harapannya terhadap kegiatan ini. Ia mengatakan bahwa tema pelatihan ini sudah ditentukan oleh bagian SDM Polda Jawa Tengah, diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan baru bagi personel Polres Temanggung dalam menggunakan teknologi AI maupun menganalisis teknologi AI sebagai bagian dari keperluan untuk membantu tugas personel.
“Di tengah derasnya arus informasi dan teknologi AI dan potensi penyebaran hoaks yang semakin liar dimedia sosial, diperlukan pengetahuan dan ketrampilan menangkal secara preventif kejahatan baru yang menggunakan teknologi AI.” ungkapnya. Kegiatan diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan dan foto bersama seluruh narasumber dan peserta pelatihan.