Sebagai salah satu upaya optimalisasi peran insan humas Perguruan Tinggi Swasta Jawa Tengah dalam mendorong meningkatan mutu dan reputasi Perguruan Tinggi, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah mengadakan acara yang bertajuk Ngudarasa Insan Humas : Penguatan Komunikasi Kehumasan Perguruan Tinggi yang Berdampak” Kegiatan humas tahun ini dilaksanakan di Purwokerto, tepatnya di Aula Gedung Universitas Amikom Purwokerto pada Rabu, 13/05/2026.
Dalam Sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. Aisyiah Indah Palupi, M.Hum. menyampaikan bahwa makna Ngudarasa diambil dari Bahasa Jawa Ngudari Rasa yang berarti mengurai rasa sehingga melalui forum yang dikhususkan bagi humas ini dapat dijadikan sebagai forum diskusi menyampaikan uneg-uneg, pendapat dan mencari solusi dari tantangan yang semakin komplek melalui komunikasi institusional. Humas bukan hanya pengelola informasi, tetapi juga penjaga reputasi dan penggerak perubahan di Perguruan Tinggi, ”Kita tidak sedang berlomba untuk menjadi popular, tetapi untuk membangun kepercayaan melalui komunikasi yang jujur, strategis, dan berkarakter.” imbuh Prof. Aisyiah
Kegiatan forum diskusi ini diikuti oleh pengelola Humas dari 81 Perguruan Tinggi di Jawa Tengah, termasuk STMIK Bina Patria. Perwakilan dari Bipa yang hadir adalah Kepala Humas, Kanafi.M.Kom. Dia mengapresiasi kegiatan ini yang begitu bermanfaat dan sangat penting sekali bagi insan humas.
Acara yang berlangsung selama satu hari dimulai pukul 08.00 s.d 16.30 WIB ini selain sambutan LLDIKTI VI juga menghadirkan beberapa narasumber, diantara nya Anggri Windasari yang juga Dosen Unimus Semarang, Atik Rahma seorang Profesional Master of Ceremony (MC) dan Keynote Speaker, Eko Suseno, HRM, SE,MM yang juga Dosen FEB UKSW Salatiga.
Dalam keterangannya, LLDIKTI VI terus berkomitmen memberikan dukungan peningkatan mutu Perguruan Tinggi melalui aspek Kehumasan. Tujuan dari kegiatan ini dalam rangka untuk mengoptimalkan peran Humas sebagai ujung tombak komunikasi public baik kepada komunikasi kepada masyarakat maupun komunikasi institusional.