foto1 foto2 foto3 foto4 foto5


Get Adobe Flash player

Sumber Daya Manusia (SDM) dalam organisasi merupakan aspek yang penting dalam mendukung tercapainya tujuan organisasi. Peningkatan kemampuan SDM dalam menyelesaikan masalah yang harus dilakukan agar terciptanya SDM yang berkualitas.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Organisasi STMIK Bina Patria menyelenggarakan kegiatan rekrutmen calon anggota senat mahaiswa periode 2019/2020 dengan tema “Menciptakan Kader Senat yang Berkompeten, Loyalitas, dan Berintegritas”. Acara bertempat di Ruang G lantai 2 Kampus I STMIK Bina Patria, pada hari Kamis, 25 April 2019, diikuti oleh 30 peserta calon anggota Senat.

Sugeng Wahyudiono, M.Kom selaku Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan, dalam sambutannya berkaitan dengan Organisasi Senat Mahasiswa memiliki unit kegiatan mahasiswa antara lain bidang Olahraga Futsal, Bulutangkis, Bola basket dan pencaksilat, bidang kerohanian, kerohanian Islam, kerohanian Kristen / Katholik, Mapala, Unit Majalah Kampus, semua ini bias berjalan dengan baik dan dinamis dan harapan kami dengan pelatihan tambahan ini akan menambah ilmu / pengetahuan yang membantunya dengan pemecahan masalah, bagimana pemecahan masalah yang berkaitan dengan berorganisasi dengan teori-teori pemecahan masalah.

Hadir sebagai narasumber yaitu Nining Ernawati, S.Pd dari pengajar Bimbing Konseling di sebuah sekolah kejuruan swasta di Magelang yang mengulas tentang “Pemecahan Masalah sebagai calon anggota Senat siswa periode 2019/2020 dalam berorganisasi”. Dalam pelatihan antara yang lain dipaparkan salah satu modal dasar pemecahan masalah adalah kepercayaan diri, dan kepercayaan diri sendiri fluktuatif & dinamis. Setiap individu memiliki sumber yang berbeda-beda berkenaan tentang kepercayaan diri. Lebih lanjut dibahas pula. Mengenai diri kita sendiri, siapa diri kita, posisi kita, potensi kita, kekuatan, kelemahan kita. Ada empat karakter manusia yaitu sanguinis, koleris, melankolis, dan plegmatis

Kuliah Umum Bersama Menangkal Bahaya Radikalisme/Terorisme

Magelang 25 Maret 2019,  Perguruan tinggi yang berkualitas memiliki visi besar dalam melahirkan generasi cerdas intelektual baik IPTEK maupun akhlak. Kampus menjadi tempat sumber keilmuan dan  menjadi pusat studi pengembangan riset teknologi dan menjadi sumber informasi. Indonesia dengan beragam civitas pendidikan, diharapkan memiliki generasi cerdas-intelektual dan melek teknologi dalam menjaga kebhinekaan dan kebangsaan.

Radikalisme telah meracuni berbagai aspek kehidupan. Khususnya di dunia pendidikan, dengan bermacam cara mulai dari sosial media, buku, bahkan aktifitas kemahasiswaan. Kampus menjadi sasaran ideologi kelompok radikal. Hal ini terbukti nyata, beberapa perguruan tinggi di Indonesia telah terbayang-bayang gerakan ini, bahayanya radikalisme di kampus bisa mengancam keberagaman civitas akademika, bahkan basis pengembangan keilmuan yang paling mendasar.

Dalam tema “Bahaya Radikalisme dan Terorisme Bagi Kalangan Mahasiswa dan Kampus”  STMIK Bina Patria menggelar Kuliah Umum Kebangsaan bersama Kasat Reskrim Polres Kota  Magelang di Ruang G lantai 2 Kampus I, hal ini sebagai tindakan nyata STMIK Bina Patria dalam penangkalan konflik serta isu-isu radikalisme yang menjamur. Seminar yang diisi oleh AKP Rinto Sutopo, S.H (Kapolres Kota Magelang) ini memberikan motivasi serta semangat untuk melawan radikalisme dalam bentuk apapun secara sigap dan tegas.

Kampus sebagai wilayah akademis keilmuan yang harus bersih merupakan inisiatif dari Polri pada umumnya. Khususnya untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang bahaya radikalisme dan terorisme, sehingga kita bisa bersama menangkal bahaya paham radikalismme dan terorisme, karena saat ini paham tersebut dapat masuk secara halus ke semua kalangan masyarakat.

Dengan dilaksanakannya seminar ini diharapkan STMIK Bina Patria mampu memberikan pemahaman bagi mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa yang memiliki akhlak mulia dan terbebas dari paham  radikalisme. Serta dengan pembentukan mental dan karakter kuat sehingga bisa terhindar dari perbuatan yang mengarah pada tindak pidana terorisme.