foto1 foto2 foto3 foto4 foto5


Get Adobe Flash player

Pembayaran Online

Pengumuman

Mitra Bipa

Link Terkait

 

  

Kuliah Umum Bersama Menangkal Bahaya Radikalisme/Terorisme

Magelang 25 Maret 2019,  Perguruan tinggi yang berkualitas memiliki visi besar dalam melahirkan generasi cerdas intelektual baik IPTEK maupun akhlak. Kampus menjadi tempat sumber keilmuan dan  menjadi pusat studi pengembangan riset teknologi dan menjadi sumber informasi. Indonesia dengan beragam civitas pendidikan, diharapkan memiliki generasi cerdas-intelektual dan melek teknologi dalam menjaga kebhinekaan dan kebangsaan.

Radikalisme telah meracuni berbagai aspek kehidupan. Khususnya di dunia pendidikan, dengan bermacam cara mulai dari sosial media, buku, bahkan aktifitas kemahasiswaan. Kampus menjadi sasaran ideologi kelompok radikal. Hal ini terbukti nyata, beberapa perguruan tinggi di Indonesia telah terbayang-bayang gerakan ini, bahayanya radikalisme di kampus bisa mengancam keberagaman civitas akademika, bahkan basis pengembangan keilmuan yang paling mendasar.

Dalam tema “Bahaya Radikalisme dan Terorisme Bagi Kalangan Mahasiswa dan Kampus”  STMIK Bina Patria menggelar Kuliah Umum Kebangsaan bersama Kasat Reskrim Polres Kota  Magelang di Ruang G lantai 2 Kampus I, hal ini sebagai tindakan nyata STMIK Bina Patria dalam penangkalan konflik serta isu-isu radikalisme yang menjamur. Seminar yang diisi oleh AKP Rinto Sutopo, S.H (Kapolres Kota Magelang) ini memberikan motivasi serta semangat untuk melawan radikalisme dalam bentuk apapun secara sigap dan tegas.

Kampus sebagai wilayah akademis keilmuan yang harus bersih merupakan inisiatif dari Polri pada umumnya. Khususnya untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang bahaya radikalisme dan terorisme, sehingga kita bisa bersama menangkal bahaya paham radikalismme dan terorisme, karena saat ini paham tersebut dapat masuk secara halus ke semua kalangan masyarakat.

Dengan dilaksanakannya seminar ini diharapkan STMIK Bina Patria mampu memberikan pemahaman bagi mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa yang memiliki akhlak mulia dan terbebas dari paham  radikalisme. Serta dengan pembentukan mental dan karakter kuat sehingga bisa terhindar dari perbuatan yang mengarah pada tindak pidana terorisme.

Kuliah keja lapangan merupakan pembekalan inti dalam rangka memperoleh pengetahuan dan menambah ilmu, sehingga diperlukan bentuk pembekalan lain yang mampu memberikan pengalaman kepada mahasiswa mengenai kenyataan yang terjadi di lapangan. 

Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut, STMIK Bina Patria Magelang melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan Jawa - Bali  Selasa – Minggu pada 19 s.d 24 Februari  2019. Ketua STMIK Bina Patria, Dr. H Sukris Sutiyatno, MM.,M.Hum, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya membekali mahasiswa dalam pengenalan interaksi dalam dunia kerja. 

Kegiatan KKL merupakan kegiatan yang memadukan observasi ,kunjungan dan wisata mahasiswa pada  instansi ataupun lembaga yang berkaitan dengan disiplin ilmu dan bidang yang ditekuni mahasiswa pada Perguruan Tinggi. 

“Kegiatan tersebut merupakan program kerja tahunan STMIK Bina Patria Magelang. Agenda Kegiatan Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan Serta merupakan mata kuliah wajib yang harus ditempuh setiap mahasiswa di semester V sebagai syarat pengajuan skripsi atau tugas akhir," ucap Sukris.

Secara teknis Sukris menerangkan, tujuan dari kegiatan ini memberikan pengalaman kerja kepada mahasiswa dalam rangka menerapkan, membandingkan dan menganalisis teori dan pengetahuan dengan kondisi yang sebenarnya di lapangan.

"Meningkatkan relevansi antara perguruan tinggi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Mahasiswa dapat mengetahui diskripsi profesi yang berkaitan dengan bidang studi yang sedang dipelajari," papar Sukris.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa semester 5  semua jurusan yaitu S1 Teknik Informatika, S1 Sistem Informasi dan D3 Manajemen Informatika kelas regular maupun paralel berjumlah 125 mahasiswa, Ketua dan Dosen pembimbing akademik serta staf yang mendapatkan tugas pendampingan.

Sasaran tujuan berlokasi di Yogyakarta dan Bali, yaitu Badan Pusat Statistik Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta., Bali TV, Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar Bali, dan Konveksi Krisna Denpasar Bali.